Geger! Partai Baru Resmi Berdiri dan Anies Baswedan Jadi Anggota Kehormatan, Siapa Sangka Ini Jadi Ketua Umumnya?!

Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat kini secara resmi bertransformasi menjadi partai politik (parpol) setelah melalui proses panjang dan diskusi internal yang digelar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat pada 17–18 Januari 2026. Keputusan bersejarah ini disahkan melalui suara mayoritas peserta Rakernas dengan tujuan untuk membawa perjuangan organisasi ke ranah politik nasional yang lebih luas.

Partai yang lahir dari akar komunitas dan keterlibatan masyarakat ini dinamai Partai Gerakan Rakyat — sebuah wadah yang ingin merangkul aspirasi rakyat secara lebih luas melalui mekanisme politik formal. Keputusan perubahan status ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum yang baru terpilih Sahrin Hamid, yang memperoleh mandat untuk memimpin partai periode 2026–2031.

Dalam pidato resminya, Sahrin menyampaikan bahwa Partai Gerakan Rakyat dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan ruang perjuangan politik yang inklusif dan berbeda dari cara politik konvensional yang dinilai sering berpihak pada elit. Ia menegaskan bahwa partai ini hadir untuk menjawab harapan rakyat terkait keadilan sosial, kesetaraan, dan perubahan struktural di Indonesia.

Sahrin bahkan menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat ingin mendobrak gaya politik lama yang dianggap elitistis dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Lebih jauh, ia menyatakan bahwa partai ini ingin menjadi suara bagi golongan yang selama ini kurang terwakili dalam sistem politik.

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian publik dari deklarasi ini adalah posisi Anies Rasyid Baswedan, yang secara resmi diangkat sebagai Anggota Kehormatan pertama Partai Gerakan Rakyat dengan nomor anggota KTA 0001 — sebuah simbol kedekatan ideologis antara Anies dengan arah perjuangan partai ini. Manuver ini menunjukkan bahwa nama Anies menjadi magnet dukungan dan inspirasi bagi banyak pengurus dan kader partai.

Anies sendiri pernah hadir dalam berbagai pertemuan dan kegiatan organisasi sebelum menjadi partai, termasuk dalam agenda peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerakan Rakyat beberapa bulan sebelumnya, yang menunjukkan hubungan khusus antara figur nasional ini dengan gerakan tersebut.

**Deklarasi Partai Gerakan Rakyat juga langsung menempatkan arah perjuangan politiknya pada dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden Indonesia 2029 (Pilpres 2029). Ketua Umum Sahrin Hamid menyatakan harapannya agar Anies kelak menjadi pemimpin nasional, menggarisbawahi hubungan strategis antara visi partai dengan figur Anies.

Selain deklarasi dukungan itu, Rakernas digunakan untuk melantik struktur pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Rakyat periode 2025–2030. Rakernas dihadiri oleh perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia, serta berbagai pengurus daerah, menunjukkan bahwa partai ini telah memiliki jaringan organisasi yang mapan ke berbagai wilayah.

Sahrin juga menegaskan bahwa partai ini dibangun atas prinsip gotong royong dan pendanaan swadaya anggota, bukan atas dukungan elite atau oligarki politik. Prinsip ini menjadi landasan moral dan operasional partai, yang diharapkan dapat menarik dukungan dari anggota masyarakat luas yang ingin melihat perubahan nyata dalam politik Indonesia.

Gerakan Rakyat sendiri awalnya berdiri sebagai organisasi kemasyarakatan sejak tahun 2023, dan selama berdirinya telah giat melakukan kegiatan sosial dan perjuangan berbasis komunitas. Transformasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi organisasi dalam arena politik formal, supaya aspirasi rakyat dapat diterjemahkan dalam kebijakan publik melalui mekanisme legislatif dan eksekutif.

Namun langkah ini juga membuka dinamika baru dalam kancah politik nasional, karena Partai Gerakan Rakyat harus segera memenuhi persyaratan administrasi dan struktural yang ditetapkan oleh pemerintah agar dapat diakui secara resmi sebagai peserta pemilu. Proses ini mencakup pengajuan pendaftaran kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan memastikan struktur organisasi lengkap hingga tingkat daerah.

Di daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), struktur pengurus wilayah sudah mulai dibentuk, menunjukkan langkah cepat partai ini dalam memperkuat basis organisasinya sebelum pendaftaran resmi. Ini juga menjadi indikator bahwa Partai Gerakan Rakyat berambisi tidak hanya menjadi aktor politik nasional di Jakarta, tetapi juga memiliki pengaruh di tingkat lokal.

Tidak hanya fokus pada dukungan figur, partai ini juga menjadikan isu-isu seperti keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat sebagai bagian dari agenda perjuangan politiknya, sejalan dengan semangat yang diidentikkan oleh Anies Baswedan dalam berbagai pernyataannya.

Langkah Partai Gerakan Rakyat ini dipandang sebagai salah satu fenomena baru dalam politik Indonesia, karena sebuah gerakan sosial yang relatif baru dapat berubah menjadi kendaraan politik yang siap bersaing di panggung nasional. Tantangan besar masih menanti mereka, terutama dalam memenuhi regulasi pemilu dan mendapatkan dukungan luas di masyarakat.

Dengan demikian, Partai Gerakan Rakyat berdiri sebagai simbol perubahan bagi pendukungnya dan menjadi aktor politik baru yang patut diperhitungkan dalam peta politik menjelang Pilpres 2029, terutama karena keterkaitan eratnya dengan sosok Anies Baswedan